-->

Cerita Singkat Keberadaan Lab Batik Tulis SMA Negeri 1 Pamotan


Perihal pembatik, ternyata masyarakat Pamotan juga Ada yg giat menjadi pecanting. Mereka sebagian tinggal di dukuh Palan Pamotan. Sebagian lagi menyebar.'Mereka yg saat ini membatik, sebagian Ada darah keturunan dari lasem. Sebagian lagi karena desakan ekonomi.

Untuk corak batiknya, Ada yg halus dan Ada juga yg kasar. Yg halus, krn Ada sentuhan dari pelatihan orang Pekalongan.

Untuk mengenakan batik tulis, masyarakat Pamotan biasanya menggunakannya di saat ada kegiatan sosial dan kegiatan hajatan. Dan pada saat ini, batik tulis menjadi seragam di Hari Hari tertentu pada instansi di Pamotan. Kantor kecamatan, kantor Desa, kelompok rt rw, sekolahan, hingga pasar, juga semangat mengenakan seragam batik tulis Pamotan.

Keberadaan laboratorium  batik tulis di SMA Negeri 1 Pamotan memiliki cerita yang cukup panjang. Keberadaannya tidak hanya sebagai wujud ekspresi gerakan cinta batik saja. Tetapi keberadaannya memiliki tautan sosio-kultural terhadap masyarakat Pamotan dan sekitarnya.

Berikut ini merupan ulasan singkat tentang tauntan sosio-kultural terhadap keberadaan lab batik di Sekolah Menengah Atas ini.

Keberadaan perajin batik tulis di Pamotan muncul sekitar 2006 yang di pelopori oleh Rumah Batik Tulis Pamotan yang berada di dukuh Palan Desa Pamotan. Namun jauh sebelumnya, para perajin batik sudah muncul, namun geraknya hanya sebatas pembatik rumahan yang mensubordinasi dengan perajin batik di Lasem. Dengan kedekatan lokasi itulah, para ibu ibu Rumah tangga Pamotan kerap mengambil order nyanting milik perajin batik laseman. Mulai saat itulah (2006) kewirausahaan batik di Pamotan tumbuh Dan berkembang.

Pada awal mulanya, Rumah batik tulis Pamotan melakukan pendampingan Dan pelatihan para pecanting batik tulis di Pamotan. Pecanting batik yg Ada dirasa perlu Ada sentuhan kehalusan dalam membatik. Pada saat itulah, Pamotan memiliki para pembatik halus versi Pekalongan. Adapun motif Dan pewarnaan Kain batik, tetap mengacu pada batik laseman.

Kelompok penyangga batik Pamotan semakin bermunculan. Beberapa kelompok seni lukis juga tertarik utk dilibatkan, khususnya dalam inovasi motif Dan pewarnaan. Pewarnaan colet Pekalongan juga dikembangkan dipamotan.

Rumah batik tulisan, komunitas pelukis, dan pegiat seni batik sekitar juga pernah melakukan/ mengadakan pelatihan membatik di sekolah sekolah dasar. Namun program tersebut tidak Ada tindak lanjut nya.

baca juga: rekayasa ilmu terapan 

Seiring dengan produktivitas batik tulis Pamotan dipasaran, semakin banyak pula para ibu ibu perajin batik yang bermunculan. Beberapa kelompok pecanting yg tumbuh Dan dilibatkan adalah pecanting di dukuh Palan, dukuh gendongan, dan dukuh candisari.

Bahkan keberadaan perajin batik tulis yg Ada di Pamotan juga berimbas pada munculnya para pecanting batik di Desa gayam, dan  sedan.

Dengan potensi pasar yang cukup menarik itulah, dan seiring dengan semangat pasar lokal, nasional, dan internasional dalam menerima batik tulis, maka pada tahun 2004 hingga sekarang,  sekolah menengah atas di Pamotan mulai membuka program batik untuk pengembangan diri.

Tiga tahun pertama, program batik tulis d Sma Pamotan hanya sebatas memproduksi karya utk bahan penilaian karya seni pada mapel seni dan budaya tepatnya pada Kelas Xii. Proses penggarapannya adalah dalam bentuk karya kelompok. Kemudian program batik ini ditingkatkan lagi menjadi karya tiap tiap Siswa yang nantinya digunakan untuk pakaian seragam. Sejak itulah (2016) Siswa sma Pamotan memproduksi seragam sendiri dari buah karya masing masing Siswa.

Jika pada awalmulanya, kerajinan batik tulis diproduksi saat kelas Xii, namun pada saat ini, para siswa sudah mendapatkan program membatik sejak semester awal di kelas xi. Hingga kemudian, hasil batik karya siswa ini dapat digunakan menjadi seragam sekolah saat nail Kelas xii hingga Lulu's sampai sekarang.

Proses Dan pelaksanaan program batik utk seragam ini dilangsungkan secara ketat. Tahapan Demi tahapan dilakukan dalam rangka meningkatkan kemampuan Dan keterampilan Siswa dalam hal berbatikan. Hal ini dapat dilihat dengan pengenaan motif khas Pamotan diantaranya motif kupu2, motif daun kare, dan motif bunga melati.

Tahapan pembatikan yg cukup ketat itu juga dapat dilihat dengan lomba pembuatan motif yang terbaik Dr karya siswa, yg nantinya dijadikan motif seragam.

Setiap motif batik tulis yang diproduksi oleh Sma Pamotan, tampak juga direpro ulang oleh perajin batik tulis di sekitar Pamotan.

Dari ulasan di atas, tampak jelas keberadaan program batik di Sma pamotan cukup memiliki daya dukung sosial, terlwbih dalam rangka utk dijadikan program kewirausahaan batik para siswa di kemudian.

Hanya saja,dalam mempersiapkan program batik Sma Pamotan utk difokuskan menjadi program kewirausahaan unggulan Sekolah, perlu dukungan.

Karena sarana dan prasarana membatik, serta program pendampingan manajemen pemasarannya, cukup terbatas adanya.

Penulis: Humas SMA Negeri 1 Pamotan
Editing: dalam proses admin
Penyelaras: dalam proses admin